Tuesday, June 12, 2012

Terisi mengapa teriris?

Di halaman kecil ini
tak sabar kusambut datang matahari
mulai kabur pandangan remuk sendi-sendi

suara televisi di dalam ruangan
suara air mengalir di taman
suara nyanyian anak lelaki di kamar
sulit kudengar

tidak pasti?
harus bersama imajinasi dan ilusi?

oh deru suara pantai....
di balik setitik emosi
tetaplah berbunyi, jangan berhenti

kini aku bagai gulungan ombak
tetapi sakit tertimpa tombak
batu karang yang keras
tak lama lapuk tak selaras

sungguh manis
seharusnya terisi mengapa teriris?

melintas lagi lalu terlindas
realita
oh realita...